Kementan Rencanakan Lahan Sitaan Ditanami Kedelai sebagai Perluasan Komoditas Strategis

WhatsApp
Link disalin!

Author Image Bisma IM
Nov 24, 2025 12:57 AM
Description

JAKARTA, intelmedianews.id — Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan rencana pemerintah memanfaatkan lahan sitaan negara untuk ditanami komoditas kedelai hingga 1 juta hektare. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan lahan sitaan yang belum tertanami sawit akan menjadi salah satu fokus pengembangan kedelai.

“Jadi lahan baru, lahan X, yang disita tetapi belum ada sawitnya kami tanami, rencana tanami kedelai,” kata Amran saat ditemui di kediamannya, Jakarta, dikutip pada Senin (24/11/2025). 

Amran menegaskan program kedelai menjadi prioritas utama dalam agenda perluasan komoditas strategis. Nantinya, program perluasan 1 juta hektare kedelai ini akan dijalankan secara bertahap.

Adapun, optimalisasi lahan ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor. Hal ini mengingat kebutuhan kedelai nasional terus meningkat setiap tahun, terutama untuk industri pangan dan pakan.

Sejalan dengan pengembangan kedelai, pemerintah juga menyiapkan strategi lain di sektor peternakan, yakni pengembangan peternakan melalui koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Amran menuturkan, proyek peternakan ayam akan dimulai dengan 12 titik tahap pertama, sementara peternakan sapi diproyeksikan di Probolinggo (Jawa Timur) dan Indramayu (Jawa Barat). Ke depan, pemerintah juga akan membangun pabrik pakan yang terintegrasi dengan fasilitas peternakan untuk mendukung peternak kecil.

Amran menambahkan proyek peternakan sapi bersifat terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,4 triliun per lokasi dan kapasitas hingga 67.000 ekor sapi. Sementara itu, sektor ayam memerlukan investasi sekitar Rp20 triliun.

Rencananya, proyek besar ini mendapatkan anggaran melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, dan pemerintah menyiapkan pembentukan BUMN khusus untuk menjalankannya. (Red)