JAKARTA, intemedianews.com - Jakarta-Ketua
Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Basalamah
minta penyelenggara pemilu untuk mendata
pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri secara benar dan akurat, sebab
ada potensi ratusan ribu PMI di luar negeri akan kehilangan suara.
Ayub Basalamah mengemukakan,
dirinya mendapat laporan dari jaringan pemerhati PMI di luar negeri akan dugaan
pendataan calon pemilih dari unsur PMI dilakukan secara tidak benar.
"Data PMI yang dimasukan
adalah data lama hingga tak akurat," ujar Ayub Basalamah sambil
memperlihatkan berita mèdia nasional terkemuka yang memberitakan viralnya
ratusan ribu PMI di Malaysia terancan kehilangan hak konstitusinya karena tidak
validnya data yang dicatat oleh Panitia Pemilu di luar negeri.
Dari unggahan itu dilaporkan
terkesan PMI dipersulit mencatat dirinya masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)
di Kuala Lumpur. Kepada PMI, panitia siapa kandidat yang akan dipilih.
Akan kejanggalan data pemilih
di Malaysia itu, Aliansi Mahasiwa Peduli Pemilu pada 11 Januari 2023 lalu
melakukan demo ke Bawaslu di Jakarta. Mereka menyampaikan aspirasi terkait
Warga Negara Indonesia (WNI) yang kesulitan mendaftar sebagai Daftar Pemilih
Tetap (DPT) Pemilu 2024 di Malaysia.
Sejumlah pria memegang banner bertuliskan "138.000 DPT Bermasalah di Malaysia". Adapun tuntutan Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu adalah agar Bawaslu mencabut Panwaslu di Malaysia, lalu mengawasi DPT di Malaysia, dan mengusut dugaan ribuan DPT fiktif serta penggelembungan suara di Malaysia.
Ayub Basalamah minta semua
pihak yang terlibat dalam pemilu termasuk Presiden untuk memerintahkan
dilakukan perbaikan pendataan calon
pemilih khususnya PMI di semua negara di luar negeri. Agar hak konstitusional
PMI dijamin dan mereka bebas memilih kandidat yang mereka anggap terbaik.
Di negara lain pun juga
dilaporkan keterbatasan panitia pemilu membuat kesulitan pencocokan data PMI. Jika
ini dibicarkan maka PMI di negara itu akan kehilangan hak memilih.
Agar keadaan ini tidak meluas
dan terjadi kekacauan pendataan pemilih dari PMI, Ayub Basalamah minta
penyelenggara pemilu seperti KPU dan pengawas pemilu, Bawaslu untuk segera turun tangan membenahinya.
Ayub mengkhawatirkan
kekacauan pendataan pemilih para PMI akan berdampak luas seperti permintaan pemilu
diulang.
Dampak lainnya, keluarga PMI
di dalam negeri akan apatis hingga tidak akan menggunakan hak pilihnya. (Red)