JAKARTA, intelmedianews.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) dengan The Deutsche Gesellschaft Fur Internationale Zusmmenarbeit (GIZ) menjalin kerja sama untuk menjalankan program Penguatan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam satu tahun kedepan.
Program kerja sama Lakpesdam PBNU dengan GIZ ini, nantinya diketahui akan mendampingi 7 provinsi, 10 Kabupaten, 52 Desa di Indonesia.
Sementara dari puluhan kabupaten di Provinsi Jawa Timur tersebut, Kabupaten Gresik termasuk salah satunya, dengan cakupan 3 kecamatan. Adapun pertemuan Konsolidasi Nasional dan Orientasi Tim Program telah terlaksana di Hotel Novotel Jakarta, pada Senin 29 September 2025, kemarin.
“Indonesia memiliki kemampuan yang sangat bagus terkait adaptasi warganya, rasanya orang Indonesia bisa bergaul dengan siapapun. Artinya kulturasi budayanya berbeda dengar warga negara umum tetapi yang menjadi masalah adalah problem Bahasa,” ucap Wakil Ketua Lakpesdam PBNU, Muhammad Syaugillah, saat memberikan sambutan pembukaan Konsolidasi Nasional dan Orientasi Tim Program, Senin (29/9/2025).
Sementara, perwakilan GIZ Makhdonal Anwar mengatakan bahwa Kedutaan Jerman melihat Indonesia, dengan jumlah penduduk Muslim terbesar, memiliki potensi besar dalam pembangunan manusia.
“Program kita adalah memberdayakan desa dan masyarakatnya sehingga kuat kapasitasnya. Untuk proyek ini bukan hanya kerjaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) semata, namun juga bekerja sama dengan NU,” katanya.
Direktur Jenderal Pembangunan KP2MI Muh Fachri menyatakan, bahwa untuk menjamin keamanan dan keselamatan pekerja migran, sosialisasi menjadi sesuatu yang penting agar dapat mencegah berbagai risiko dan kerugian besar.
“Isu pekerja migran salah satunya adalah data yang ada di Sisko KP2MI tercatat 5 juta lebih. Bulan lalu saya bertemu Deputi Administrasi, ternyata jumlah warga kita yang bekerja di luar negeri hanya 1,7 juta. Artinya hanya 13 persen yang tercatat di Sisko. Sisanya, 87 persen, berangkat secara unprocedural atau ilegal. Tugas Desa Migran Emas adalah melakukan pendataan berapa warganya yang ke luar negeri,” ujar Fachri.
Mashul Hadi selaku Koordinator Tim Gresik mengatakan, pendampingan yang akan dilakukan terfokus pada pendampingan kepada PMI aktif, Keluarga PMI dan PMI Pasca.
“Mereka akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” terangnya, Kamis (2/10/2025).
Selanjutnya, jelas dia, terdapat 10 desa dari 3 kecamatan di Kabupaten Gresik yang masuk dalam program ini. Ia kemudian merinci sejumlah kecamatan dan desa tersebut antara lain;
Kecamatan Dukun
– Desa Lowayu,
– Desa Mentaras, dan
– Desa Ima’an.
Kecamatan Panceng
– Desa Sumurber,
– Desa Delegan,
– Desa Campurejo, dan
– Desa Wotan.
Kecamatan Ujungpangkah
– Desa Banyuurip,
– Desa Cangaan, dan
– Desa Ngimboh.
“Kami juga melakukan asistensi dan mendorong pemerintah desa untuk memiliki perdes tentang Perlindungan Tenaga Kerja Migran Indonesia (PMI), serta pemerintah desa membentuk komunitas PMI, sehingga desa itu menjadi Desa Migran yang Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera,” pungkas Koordinator Tim Gresik.