Soal Pelaku Peledakan adalah Siswa, Kapolda Belum Bisa Sampaikan Hasil Penyelidikan

WhatsApp
Link disalin!

Author Image Bisma IM
Nov 07, 2025 04:58 PM
Description

JAKARTA, intelmedianews.id - Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menimbulkan kepanikan dan korban luka 55 orang. Berdasarkan kesaksian sejumlah pelajar, ledakan itu diduga berasal dari aksi bunuh diri diduga seorang siswa kelas XII di sekolah tersebut.

K (nama samaran) salah satu siswa yang berada di lokasi, mengatakan awalnya mengira ledakan itu berasal dari perangkat sound system. Namun setelah situasi mereda, beredar kabar di lingkungan sekolah terkait sumber ledakan yang berasal dari tindakan bunuh diri seorang siswa menggunakan celana coklat dan baju hitam.

"Beberapa teman aku ada yang masuk rumah sakit juga. Ledakannya ini dari bom bunuh diri kelas XII. Jadi kelas tiga SMA, dia itu bunuh diri sekalian. Saya enggak kenal, cuma sering lihat sekilas saja," ujar K saat ditemui di lokasi, masih dengan luka ringan di dagu akibat serpihan kaca.

Menurut K, siswa tersebut pendiam dan jarang berinteraksi dengan teman-temannya. Dia juga mendengar kabar, terduga pelaku ledakan SMA 72 sempat menjadi korban perundungan di sekolah.

"Katanya dia bunuh diri karena di-bully. Saya dengar dari orang-orang sini juga. Jadi, kabar dari mulut ke mulut. Kekurangan sih kayaknya enggak ada, paling soal dia bersosialisasi saja," ucapnya.

Dugaan pelaku ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta merupakan siswa yang kerap menyendiri semakin kiat. Seorang siswa lain, T, membenarkan foto yang beredar di media sosial menunjukkan sosok kakak kelasnya yang diduga menjadi pelaku ledakan bunuh diri.

T yang merupakan siswa kelas XII mengenal pelaku sejak kelas X. Mereka sempat dua tahun sekelas. Menurutnya, pelaku dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman di kelas.

"Orangnya pendiam, dari kelas dua sekelas juga. Gak pernah sosialisasi. Duduk di tengah, jarang ngobrol. Kalau istirahat, ya di kelas saja, kadang sendirian," kata T saat ditemui di depan sekolah.

Sementara, saat dikonfirmasi apakah pelaku merupakan siswa, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi, belum bisa menyampaikan hasil penyelidikan.

"Nanti akan saya sampaikan ya. Nanti saja kalau sudah ada update perkembangan ya. Nanti akan kami jelaskan setelah tim di lapangan menemukan semua bahan dan data yang akan disampaikan," ujarnya di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. (Red)